Lentera Keluarga 14 Juni

Lentera Keluarga
Tahun C-1. Pekan Biasa X.
Jumat, 14 Juni 2019.
Harta Dalam Tanah Liat
Bacaan: 2 Kor 4:7-15; Mzm 116:10-11.15-16.17-18; Mat 5:27-32.

Renungan:
Kekuatan kuasa Allah dalam pelayanan Paulus diungkapkan dengan begitu indah : “Harta pelayanan kami sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat., supaya nyatalah bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri”. Sebagai pelayanan, Paulus tidak memandang dirinya sebagai “orang yang luar biasa”. Ia mengalami himpitan, habis akal, dianiaya, dihempaskan..seakan-akan maut giat mengancam hidupnya; namun kekuatan salib  dan kebangkitan Kristus menjadi sumber kekuatan baginya untuk mengantar orang menjadi percaya.
Sebagai pelayan dan misionaris, kita bukan orang yang sehat dalam segala, bisa dalam segala dan memuaskan dalam segala. Kita mengalami bahwa pemberian diri kita kadang tidak sepadan dengan harapan kita dapatkan. Kita mengalami penolakan, kadang ditinggalkan, sendirian, gagal, tidak dipercaya, merasa dimanfaatkan, kesulitan, tertolak dll. Jika kita tidak membawa kematian dan kebangkitan Kristus, kita akan mudah merasa berat, mengeluh, lelah dan akhirnya menyerah. Jika kita fokus pada kelemahan kita, maka kita akan rapuh seperti bejana tanah lihat. Namun, sebagai seorang pelayan dan misionaris Tuhan, kita harus fokus pada harta yang berlimpah yang Tuhan berikan pada kita dan melalui kita. Dengan ucapan syukur kita melayani Tuhan dan memenangkan jiwa-jiwa untuk beriman kepada Tuhan.

Kontemplasi:
Gambarkan bagaiamana Paulus menyadari kesulitan dan tantangannya sebagai pelayan Tuhan tetapi juga menyadari betapa besar dan berlimpah berkat yang Tuhan berikan dalam dan melalui hidupnya.

Refleksi:
Apakah dalam tugas pelayananku, aku fokus pada diriku sendiri ataukan aku fokus pada berkat dan pekerjaan Tuhan dalam dan melalui hidupku?

Doa
Ya Bapa, dalam rasa dan hati yang penuh syukur, sebagai bejana yang rapuh, aku melakukan panggilan pelayananku dengan membawa semangat kematian dan kekangkitan Kristus. Amin.

Perutusan:
Dasarkanlah pelayanan anda bukan pada diri anda sendiri, tetapi pada berkat yang Tuhan berikan secara berlimpah dalam dan melalui hidup anda.
(Morist MSF –  www.misafajava.org)

Week End Panggilan

Sabtu-Minggu, 18-19 Mei 2019, sebanyak 10 orang muda mengikuti acara Week End Panggilan di Biara Bethelehem, Salatiga. Mereka itu berasal dari berbagai wilayah, seperti: Semarang,Ungaran, Solo, Jogja. Beberapa di antara mereka termasuk dalam “panggilan tertunda” (usia sudah dewasa atau sudah bekerja).

Acara berlangsung dengan sangat menyenangkan. Para Postulan Berthinianum, Frater Novis dan Para Romo Staf mengajak anak- anak muda ini berdinamika bersama. Mereka diajak berolahraga, berdoa, bernyanyi, mendengarkan informasi tentang panggilan dan MSF.

Semoga semakin banyak yang terlibat untuk menjadi pekerja kebun anggur Tuhan dengan bergabung dengan kongregasi MSF. 

Rm. Y. Tresno MSF

Pertemuan Komisi Keluarga Kongregasi

PERTEMUAN KOMISI KELUARGA KONGREGASI

Pada tanggal 13-18 Agustus 2019, Komisi Keluarga Kongregasi mengadakan pertemuan tahunan yang diadakan di Bąblin, Poznan, Polandia.

Bąblin. Poznan
Bąblin adalah sebuah desa sekitar 30 km dari kota Ponzan dan merupakan daerah pedesaan dan ladang gandum yang penduduknya berjumlah 200 an orang. Bąblin ada desa tempat dimana novisiat pernah ada, dan sekarang ini menjadi tempat retret MSF. Sekarang ini Rumah Retret Bąblin dikelola oleh Rm Zigniew Dykiel MSF dan Rm Pytor. Tempat ini dibuat semi hotel dan dilengkapi dengan kelengkapan sepeda dan olah raga serta tempat doa dan ruangan. Ada 25 kamar yang dapat digunakan untuk mengingap dan pertemuan. Di tempat inilah, diadakan retret baik dalam waktu 3 hari walaupun dalam waktu 10 hari. Salah satu retret yang unik yang dikisahkan oleh Rm Ziby adalah Retret Daniel yaitu retret yang terdiri dari makan vegeratian, gymn, bersepeda, renang, berjalan kaki ke desa, koferensi, adorasi, meditasi dan misa.

Kehadiran
Dalam pertemuan Komisi Keluarga itu hadir Dewan Pimpinan Umum (Rm Edmundo, Rm Purnama dan Rm Patrice), Anggota Komkel (Rm Patrice, Rm Andrej, Rm Miguel Angel dan Rm Aristanto), Beberapa perutusan dari Propinsi : Rm. Erwin (Jawa), Rm Timo (Kalimantan), Rm Sergio dan Rm Paul (Polandia) dan Bruder Hector Pinto (Chile).
Pertemuan ini membahas dua tema besar: usulan Komisi Keluarga Kongregeasi untuk Kapitel General 2019 mendatang dan mendalami tema mengenai tema tentang Pendidikan Anak-anak. Pendalaman tema itu diberikan oleh beberapa narasumber dari MSF Polandia: Rm Adam Sobczyk, Rm Adam Bajorsky, Rm Bogdan Pec dan Rm Zibniew. Selain narasumber imam, dalam pertemuan ini juga didatangkan satu pasutri dan seorang ibu janda yang terlibat dalam komunitas keluarga OIKOS.

Beberapa Isi Materi Pertemuan
Dalam bagian pertama, Komisi Keluarga Kongregasi telah mengasilkan sebuah buku doa keluarga yang akan dapat diterjemahkan dalam bahasa setempat dan digunakan sebagai doa bagi umat- kerabat MSF. Dalam kesempatan ini, Komkel Generalat juga mengusulkan dua program utama untuk 6 tahun mendatang yaitu kurikulum dasar formatio pastoral keluarga dan Seri Katekse Keluarga Kudus.
Dalam bagian pendalaman tema, ada beberapa tema yang dibahas. Rm Adam Sobczyk menerangkan mengenai spiritualitas Keluarga Kudus sebagai Model Pembaharuan keluarga dan Hidup Bermasyarakat, yang dimulai dari Paus Leo XIII, Kardinal Pierre Berule dan kemudian kepada Rm Berthier. Rm Adam menunjukkan bahwa Spiritualitas Keluarga Kudus berakar pada Injil dan kharisma pendiri dan terus akan berubah dan bertumbuh berbeda dari karena Rm Berthier, maksud pendirian tarekat sampai kenyataan hidup masa sekarang ini. Menurut Rm Adam, spiritualitas yang ideal adalah hidup bersama sebagai sebuah komunitas cinta kasih dan misioner.
Rm Bogdan Pec juga membagikan pengalamannya bekerja sebagai pengelola sebuah yayasan Rumah Harapan Rm. Berthier yang menjadi satu-satunya tempat pendampingan psikoterapi bagi mereka yang mau bangkit dari kecanduan Narkoba. Dalam pusat tersebut, Rm Bogdan bersama dengan 10 orang terapis membuat program penyembuhan selama 1 tahun bagi anak-anak usia 14-21 tahun dengan berbagai macam cara : terapi kelompok, terapi pribadi, terapi keluarga, komunitas orang tua dan mengembangkan hidup rohani mereka. Sampa saat ini Yayasan Rumah Harapan ini menampung 20 orang anak dan untuk ke depannya akan membangun pusat baru yang dapat menampung 30 orang anak. Seluruh pembiayaan Rumah Harapan ini ditanggung oleh negara.
Rm Ziby menyajikan penjelasan mengenai pendidikan anak dalam Kitab Suci. Dalam tradisi Yahudi, pendidikan (ibr: muscar) anak itu ada modelnya dan masing-masing orang tua berperan bersama dengan cara berbeda. Pendidikan anak diawali dengan masa kelahiran, sunat, bar mitzvah, dan tahap persiapan perkawinan.
Rm Adam Bajorski memperkenalkan renungan Icon Keluarga Kudus bagi keluarga dan bersama dengan satu pasutri-ibu memperkenalkan sebuah gerekan keluarga basis yang diberi nama Oikos, yang berawal mula dan dikembangkan dari gerakan Equip de Notre Dame.

Berkunjung ke Goska Klazstorna
Goska Klazstorna adalah tempat penampakan Bunda Maria yang tertua di Polandia pada tahun 1079 kepada seorang penggembala yang tidak katolik. Bunda Maria menampakkan diri berkali-kali tanpa meninggalkan pesan, dan dari penampakan Bunda Maria itu muncullah air dari sumur yang memberikan mujijat kesembuhan.
Pada 1923, biara ini diberikan kepada MSF Polandia. Pada tahun 1945 ketika peran dunia II, tempat ini dijadikan Camp Konsentrasi Jerman dan 36 imam MSF dibunuh. Setelah Perang Dunia II, tempat ini menjadi tempat peziarahan besar di Polandia dan para imam MSF melayani para peziarah tersebut. Setiap tahunnya di tempat ini diadakan peragaan Jalan Salib dan lima gereja di sekitar tempat peziarah yang jumlahnya tidak lebih dari 500 orang inilah yang menjadi pemeran. Sementara yang datang mencapai 5000 an orang.

Tahbisan Imam dan Diakon
Pada tanggal 18 Mei, para peserta pertemuan diundang untuk menghadiri tahbisan 2 imam MSF (satu polandia dan 1 bela rusia) dan 1 bruder dari bela rusia. Misa ini diadakan di Biara MSF di Kazimierz Biskupi, tempat Skolastikat MSF. Kazimierz Biskupi dulu adalah Biara Bernardus dan pada tahun 1921 diserahkan kepada MSF Polandia. Kazimierz Biskupi dibuat untuk mengenal 5 martir awal Polandia. Jumlah Skolastikat MSF di Polandia adalah 12 orang. Dalam kesempatan itu, hadir 50 an anggota MSF yang bekerja di Polandia dan beberapa keluarga konfratert tertahbis. Secara total hadir 150 an orang. Tahbisan dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Włocławek. Dan setelah liturgi tahbisan diadakan acara makan bersama antara keluarga dekat dan para anggota MSF.

Kesempatan pertemuan Komisi Keluarga telah memberi pengalaman kepada para konfrater untuk membangun persaudaraan dan kerjasama lintas propinsi dan sekaligus menyatukan hati dan identitas sebagai anggota tarekat.

Morist MSF

Lentera Keluarga 14 Mei

Lentera Keluarga
Tahun C-1. Selasa Paska IV. Pesta St. Matias Rasul.
Selasa, 14 Mei 2019.
Tanggung Jawab Lebih
Bacaan: Kis :15-17.20-26; Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8; Yoh 15:9-17.

Renungan:
Matias ada bersama-sama dengan Yesus sejak awal sampai Yesus terangkat ke surga. Ia masuk dalam kelompok 70 murid. Pemilihan ini bukan hanya sekedar menggenapi jumlah 12, namun mengemban tugas sebagai komunitas inti para rasul. Matias menjadi pewarta Injil di Yudea, Yunani dan Turki sampai meninggal menjadi martir.
Panggilan dan pilihan Tuhan untuk melayani kadang di luar dugaan kita, bukan karena kita ingin atau memikirkannya atau mengkalkulasikannya. Perasaan yang kadang muncul bisa bermacam-macam, bisa cenderung menolak karena tidak pantas atau menerima dengan kesadaran tanggungjawab. Semuanya itu tergantung dari iman kita kepada Allah. Semakin berusia kita dipanggil semakin untuk bertanggungjawab dan berani mengambil bagian dalam hidup dan pekerjaan Tuhan. Memilih tempat atau tugas perutusan yang aman, menikmati hidup, bisa berkembang, menurut perhitungkan kita baik, kadang menurut kita sungguh baik bagi pertumbuhan pribadi dalam hidup dan pelayanan, tetapi klita justru kurang bertumbuh dalam pandang Allah dalam kedua aspek itu. Sesulit dan serumit hidup dan perutusan yang kena kepada kita, jika itu kita terima sebagai kehendak Allah, akan menjadi kesempatan bagi kita untuk sungguh-sungguh bertumbuh dalam hidup dan pelayanan.

Kontemplasi:
Gambarkan hati, perasaan dan pikiran Matias ketika ditambahkan menjadi bagian dari 12 rasul.

Refleksi:
Bagaimana sikapku, jika Tuhan memberikan kepadaku tanggungjawab yang lebih dalam situasi yang tidak ideal?

Doa
Ya Bapa, pilihanMu selalu membawa kami kepada kebaikan, baik bagi hidup maupun perutusan kami. Amin.

Perutusan:
Bersyukurlah ketika Tuhan mempercayakan tanggungjawab lebih bagi hidup dan perutusan anda (Morist MSF)

Aksi Panggilan di beberapa Paroki

Minggu 12 Mei 2019, menurut kalender liturgi adalah Minggu Panggilan. Di beberapa paroki MSF diadakan aksi panggilan. 

Diantaranya: Sedangguwo (Semarang), Paulus Miki (Semarang), Purwodadi, Biara Nazareth, Banteng (Yogyakarta), Pati dan Rawamangun (Jakarta)

Rm. Eko Riyanto di Paroki St. Paulus - Sendangguwo Semarang
Rm. Nano di Paroki Purwodadi berfoto dengan salah satu anak yang berpakaian romo
Pemberkatan anak di Paroki St. Paulus Miki - Salatiga
Foto bersama
Acara bersama di aula
Paroki St. Yusuf - Pati (bersama Rm. Ipeng)
Paroki Keluarga Kudus - Banteng Yogyakarta
Rm. Wahyudi bersama anak-anak
Bersama para Frater Skolastikat di Biara Nazareth - Yogyakarta
Paroki Rawamangun - Jakarta
Paroki Rawamangun
%d bloggers like this: