Sun. Oct 20th, 2019

Misafajava

Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF)

Lentera Keluarga 20 Agustus

Lentera Keluarga
Tahun C-1. Pekan Biasa XX
Selasa, 20 Agustusi 2019. PW. Santo Bernardus Abas dan Pujangga Gereja
Membangkitkan Inner Power
Bacaan: Hak 6:11-24a; Mzm 85:9.11-14; Mat 19:23-30.

Renungan:
Gideon itu berarti “pemusnah” atau “Pejuang yang perkasa”. Pada awal panggilannya, Gideon merasa diri kecil, muda, lemah dan kurang iman sehingga ia memerlukan tanda kepastian, bukan hanya sekali tetapi 3 x. Sekali dengan persembahan dan dua kali dengan kulit kambing. Allah percaya kepada Gideon, walaupun Gideon kurang percaya kepada Allah.
Pengalaman Gideon menjadi contoh bagaimana Allah membantu setiap pribadi untuk membangkitkan potensi diri dan iman. Potensi diri tanpa iman akan membawa kita kepada kepercayaan diri yang berlebihan; tetapi iman tanpa disertai dengan potensi diri akan membawa kita pada iman yang buta/kosong.
Penting bagi kita untuk membantu anggota keluarga/komunitas untuk percaya diri dan membangkitkan “inner power” di dalam setiap pribadi. Pertama-tama Inner Power dibangun ketika kita sendiri percaya kepada mereka bahwa mereka punya hal yang luar biasa dari Tuhan, walaupun kadang mereka sendiri tidak yakin. Error yang sering kita lakukan adalah kita lebih cenderung tidak percaya karena mata kita tertuju pada kelemahannya: entah kelemahan fisik ataupun jiwa. Membantu orang bertumbuh itu dimulai dari keyakinan kita bahwa mereka itu adalah pribadi yang luar biasa.
Hal yang kedua adalah membantu mereka untuk percaya bahwa mereka mempunyai “inner power”. Tidak mudah menemukan “inner power” dalam diri mereka, tetapi yang tidak mudah lagi adalah membuat mereka yakin bahwa mereka mempunyai “inner power”. Menemukan “inner power” bisa dilakukan dengan mencoba dan terus mencoba; tetapi membantu orang untuk percaya pada “inner power” nya itu membutuhkan seni tersendiri.

Kontemplasi:
Gambarkan bagaimana Allah membantu Gideon untuk menemukan panggilan dirinya dan membangkitkan “inner power” dalam dirinya.

Refleksi:
Apakan aku percaya bahwa setiap pribadi itu diciptakan Allah dengan suatu tujuan yang luar biasa? Apa “inner power” yang Tuhan percayakan kepadaku? Dan Bagaimana aku membantu anggota keluarga dan komunitasku untuk menemukan “inner power” yang Tuhan anugerahkan kepada mereka?

Doa:
Ya Bapa, terima kasih atas panggilan dan kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami masing-masing; dan ajarilah kami percaya diri dan mampu mengembangkan “inner power” dan percaya pada kuat kuasaMu yang menyertai kami.

Perutusan:
Percayalah kepada Allah yang memberikan dan mempercayakan kepada Anda kemampuan diri yang luar biasa.
(Morist MSF)

Leave a Reply

%d bloggers like this: