Fri. Nov 15th, 2019

Misafajava

Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF)

Menghadapi Kegagalan Dengan Iman

Lentera Keluarga 05 September 2019

Lentera Keluarga
Tahun C-1. Pekan Biasa XXII
Kamis, 05 September 2019
Menghadapi Kegagalan Dengan Iman
Bacaan: Kol 1:9-14; Mzm 98:2-3ab.3cd-4.5-6; Luk 5:1-11.

Renungan:
Dapat digambarkan bagaimana situasi kegagalan Simon sebagai seorang nelayan. Kegagalan ini bukan yang pertama, tetapi mungkin yang kesekian kalinya dialami oleh Simon dkk. Namun kegagalan kali ini berbeda. Dapat digambarkan bagaimana situasi Simon ketika justru dia dan perahunya dipilih Yesus sebagai sarana mengajar. Lelah fisik dan emosi, tetapi tetap juga bersedia menyediakan diri untuk Tuhan. Situasi itu masih juga “diperberat” dengan permintaan Yesus yang di luar pemikiran wajarnya “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Maka tidak mengherankan Simon kemudian membuka suara. Di balik “trauma” pengalaman gagalnya, Simon belajar untuk taat “Tetapi atas perintahMu aku akan menebarkan jala juga”. Tuhan Yesus mengajak Simon menghadapi pengalaman “kegagalannya” dengan pengalaman iman yang baru. 
Kegagalan usaha itu manusiawi dan wajar. mengingat binis itu selalu berjalan pasang surut. Yang tidak wajar adalah jika Tuhan selalu dipersalahkan atas kegagalan, sehingga kita tidak berdoa, tidak pergi ke gereja, malas mendengarkan firman, dan akhirnya menarik diri di rumah. Ada yang sifarnya hanya sementara saja, tetapi juga ada yang sifatnya terus-menerus. Simon menjadi teladan bagi kita, walaupun kita kadang gagal dalam bisnis dan hati kita bergejolak, kita tetap setia mendengarkan Tuhan dan Tuhan melayaniNya. Dan tidak jarang, Tuhan menghadapkan kita pada peristiwa  “trauma” kegagalan kita, untuk melakukan lagi dengan iman. 
Banyak dari kita tidak sampai pada pengalaman berhadapan dengan pengalaman trauma kegagalan kita.  Kita sibuk di gereja untuk acara dan pelayanan, takut menghadapi kegagalan dalam hidup kita ’. Firman dan  pengajaran yang kita dengarkan jangan berhenti pada penghiburan dan iman buta bahwa  “Tuhan akan menjadikan segala sesuatu baik”   tetapi mendorong kita berani untuk menghadapi pengalaman kegagalan dengan cara baru, yaitu iman. 

Kontemplasi:
Gambarkan situasi kegagalan Simon dan bagaiaman reaksi Simon kita diundang Yesus untuk berhadapan dengan situasi kegagalannya dengan iman. 

Refleksi:
Apakah kegagalan dalam hidup dan pekerjaan membuatku menjauh dari Tuhan? atauakah aku berani tetap setia mendengarkan Firman dan PengajaranNya? 

Apakah aku berani dengan iman menghadapi pengalaman kegagalan yang membawaku peda pengalaman “trauma”?

Doa:
Ya Bapa, semoga dalam kegagalan hidup dan pekerjaan, aku tetap setia mendengarkan dan melayaniMu dan ajarilah kami unttuk menghadapi pengalaman kegagalan itu dengan iman.Amin. 

Perutusan:
Kegagalan bukan untuk dihindari tetapi untuk dihadapai. Dan yang kita hadapi bukanlah kegagalan itu sendiri tetapi ketakutan kita untuk gagal.  

(Morist MSF)

Leave a Reply