Sun. Oct 20th, 2019

Misafajava

Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF)

Spiritualitas

Sejarah MSF dapat ditelusur sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. MSF sendiri didirikan pada tanggal 28 September 1895 di kota Grave, Belanda. Namun demikian proses pendirian MSF telah dimulai sejak jauh sebelumnya. MSF dirintis dan didirikan oleh Romo Jean Berthier MS, yang berasal dari Prancis. Dia adalah seorang imam anggota tarekat Maria la Salette (MS). Tugasnya bersama para romo MS lainnya adalah melayani peziarah yang datang ke gunung La Salette, Prancis, tempat Bunda Maria pernah menampakkan diri dan menyampaikan pesan pertobatan. Sepanjang tahun tempat itu ramai dikunjungi para peziarah, kecuali pada musim dingin karena salju terlalu tebal sehingga gunung tidak dapat dikunjungi.
Pada musim dingin, saat tidak sedang pertugas itulah Romo Berthier mengadakan ‘misi umat’, yaitu berkeliling dari paroki ke paroki, memberikan rangkaian retret kepada keluarga-keluarga. Sepanjang karyanya Romo Berthier telah berkeliling di 16 keuskupan di Prancis. Latar belakang karya itu adalah situasi Prancis setelah Revolusi Prancis (1789) di mana umat mulai meninggalkan iman mereka dan hidup seenaknya sendiri.
Saat berkeliling dari paroki ke paroki itulah Romo Berthier menemukan suatu kenyataan berikut: di satu sisi, terasa bahwa kebutuhan akan pelayanan imam sangat besar. Umat sungguh merindukan kehadiran sosok imam untuk melayani kehidupan iman mereka. Di sisi lain, banyak pemuda sebenarnya ingin menjadi seorang imam namun terhalang oleh aturan umum.
Mereka umumnya terlalu terlalu tua (pada waktu itu, batas usia maksimal untuk masuk seminari adalah 14 tahun) dan juga terlalu miskin. Panggilan terlambat berarti anak-anak yang ingin menjadi imam tetapi tidak bisa masuk seminari karena sudah berusia lebih dari 14 tahun.
Melihat kenyataan itu, Romo Berthier mempunyai gagasan untuk menampung di dalam tarekatnya para pemuda yang mempunyai ‘panggilan terlambat’ dan yang miskin, mendidik mereka menjadi imam untuk memenuhi kebutuhan Gereja. Namun ketika Romo Berthier menyampaikan kepada pimpinannya di tarekat MS, gagasan ini ditolak.
Akhirnya Romo Berthier memohon izin untuk menangani karya khusus untuk mendidik para pemuda tersebut di luar struktur tarekat MS. Setelah melalui usaha yang tidak mudah, beliau diizinkan. Bahkan izin diurusnya tidak hanya kepada pimpinan tarekatnya, namun sampai kepada Bapa Paus di Roma. Dengan demikian posisinya menjadi sangat kuat.
Dengan izin tersebut, Romo Berthier memulai karya barunya. Pada awalnya dia hanya akan mendirikan sebuah institut atau seminari (dalam bahasa waktu itu: sekolah apostolik) yang bersifat umum, tidak terikat tarekat tertentu. Namun dalam pemikirannya, akhirnya dia merasa akan lebih baik jika suatu tarekat yang baru dapat didirikan. Dengan demikian dia mendirikan suatu tarekat yang sama sekali baru, yang diberinya nama MSF. Karena situasi di Prancis yang sulit, di mana pemerintahnya anti Gereja, tarekat ini didirikan di kota Grave, Belanda. Rumah induk yang pertama adalah suatu kompleks bekas tangsi militer.
Nama Keluarga Kudus dipilih sebagai nama untuk konggregasi barunya karena Pater Berthier sadar betul bahwa dalam Keluarga kudus, Yesus dididik dan dipersiapkan sebagai Imam Agung. Dalam Keluarga Kudus sendiri hiduplah ketiga pribadi suci yang pernah hidup di dunia dan di sinilah segala kebajikan dihayati dalam bentuk yang paling sempurna. Keluarga Kudus dipandang sebagai suri teladan dari segala kebajikan seperti: kesederhanaan, kerendahan hati, kerajinan, kerja sama, semangat berdoa serta teladan kesucian.
Tarekat ini dalam perlindungan Bunda Maria Pendamai, yang menampakkan diri di Gunung La Salette, sehingga dikenal dengan Bunda Maria La Salette. Romo Berthier tetap mendampingi Tarekat yang masih muda ini, sejak didirikan pada tahun 1895 sampai saat beliau meninggal pada tahun 1908.

%d bloggers like this: