Mon. Oct 19th, 2026

MSF Jawa

Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF)

SATU ABAD MSF di INDONESIA: Berjalan Bersama Keluarga dan Kaum Muda

Perayaan ekaristi dan syukur 100th MSF di Indonesia diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2026 di Paroki St. Paulus Kleco Solo. Perayaan ini juga bersamaan dengan hari kelahiran Pater Pendiri Kongregasi MSF, Pater Jean Berthier, MS. Perayaan ekaristi dan syukur dipimpin oleh Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF (Uskup Keuskupan Palangkaraya) sebagai selebran utama didampingi oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF (Uskup Agung Keuskupan Agung Samarinda), Rm. FX Sugiyana, Pr (Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang), Rm. Yohanes Risdiyanto, MSF (Pemimpin MSF Jawa), dan Rm. Fransiscus Anggras Prijatno, MSF (Pastor Paroki St. Paulus Kleco, Solo). Perayaan Ekaristi ini dihadiri sekitar 1.200 orang yang terdiri dari 100 Romo, 2 Bruder, para Frater Skolastik serta para Postulan dan Novis. Para romo yang hadir berasal dari berbagai komunitas lokal yang tersebar di paroki-paroki MSF. Perayaan penuh syukur ini juga dihadiri oleh para Kerabat MSF, perwakilan umat setiap paroki MSF, serta para biarawan-biarawati yang ada di sekitar.

Romo Yohanes Risdiyanto, MSF selaku Pemimpin MSF Jawa mengungkapkan rasa syukur atas penyelenggaraan Tuhan bahwa Kongregasi MSF terus hadir dan berkarya di Gereja Indonesia. Ia mengajak seluruh anggota untuk mensyukuri anugerah perjalanan bersama keluarga-keluarga dan kaum muda, yang menjadi ladang pelayanan utama. Perayaan ini juga bertepatan dengan hari kelahiran Pater Pendiri, Jean Berthier, MS, sehingga menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat pendiri dalam diri generasi muda MSF. Romo Propinsial berharap lahirnya generasi muda MSF yang memiliki semangat misioner sebagaimana diwariskan oleh sang pendiri.

Dalam homilinya, Mgr. Sutrisnaatmaka, MSF mengajak seluruh umat untuk senantiasa bersyukur atas perjalanan panjang misi MSF yang telah mendampingi keluarga-keluarga selama satu abad. “Usia 100 tahun bukanlah usia yang pendek, melainkan sungguh usia yang diberkati Tuhan,” tegasnya. Ia juga membagikan kesaksian panggilannya yang mulai tumbuh sejak menjadi misdinar dan aktif dalam komunitas doa di lingkungannya. Beliau menekankan bahwa berjalan bersama harus dilandasi sikap sukarela dan pengabdian kepada Allah serta sesama. Seorang pelayan dipanggil untuk menjadi teladan, bukan sekadar mencari teladan. Iman yang kuat menjadi kunci, yakni iman yang mampu menarik orang lain untuk bergabung dan berjalan bersama dalam perutusan. Karena itu, diperlukan sikap introspeksi, evaluasi, dan programasi yang berkelanjutan. Kriteria iman yang kuat adalah senantiasa bersyukur setiap hari, dengan Yesus sebagai pusat hidupnya. Iman yang demikian menjadi modal utama dalam bermisi, yaitu mewartakan Kerajaan Surga.

Romo FX. Sugiyana, Pr yang mewakili Uskup Agung Semarang, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas perjalanan 100 tahun Kongregasi MSF di Indonesia. “Kehadiran MSF yang kini melayani di 17 paroki di wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS) menjadi tanda kontribusi yang besar bagi pertumbuhan Gereja, khususnya di KAS,” tambahnya. Perayaan Ekaristi berlangsung dengan penuh khidmat sekaligus meriah. Meskipun diguyur hujan, umat yang hadir memenuhi kapasitas ruangan dalam dan luar gereja. Momen ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat persaudaraan dan meneguhkan semangat perutusan untuk terus berjalan bersama dalam sukacita pelayanan.Setelah perayaan Ekaristi juga dilanjutkan acara ramah tamah di halaman gereja paroki.

Views: 112

Bagikan...

Leave a Reply

Bagikan

Translate »